Kolagen untuk wajah: diminum, dioles, atau dirangsang lewat peptide
Kolagen untuk wajah bisa dirawat lewat tiga jalur: diminum dalam bentuk kolagen terhidrolisis, dioles lewat krim atau serum, atau dirangsang dari dalam kulit dengan peptide pemberi sinyal seperti GHK-Cu. Ketiganya bekerja dengan cara yang berbeda. Kolagen yang diminum menyediakan bahan baku dan sinyal lewat aliran darah, kolagen yang dioles menjaga kelembapan di permukaan, dan peptide mengajak sel kulit membuat kolagennya sendiri.
Apa fungsi kolagen untuk wajah
Kolagen adalah kerangka lapisan dermis, bagian kulit di bawah permukaan yang memberi kekencangan dan kekenyalan. Serat kolagen tipe I dan III di sana menahan kulit tetap padat, sehingga wajah tampak kencang dan garis halus tidak mudah terbentuk. Produksinya melambat seiring usia, dan paparan sinar matahari ikut mempercepat penguraiannya. Dasar-dasarnya dibahas di artikel kolagen adalah.
Tiga jalur, tiga cara kerja
| Jalur | Cara kerja | Yang diamati riset |
|---|---|---|
| Diminum (kolagen terhidrolisis) | Dicerna menjadi asam amino dan peptide pendek, lalu beredar lewat darah | Hidrasi dan elastisitas kulit |
| Dioles (krim atau serum berkolagen) | Molekulnya besar, jadi bekerja di permukaan kulit sebagai pelembap | Kelembapan dan kehalusan permukaan |
| Dirangsang (peptide pemberi sinyal) | Peptide pendek memberi sinyal pada fibroblas untuk membuat kolagen | Produksi kolagen dan kekencangan kulit |
Kolagen yang diminum
Kolagen minuman umumnya berbentuk terhidrolisis, artinya sudah dipotong menjadi peptide kecil agar mudah diserap. Setelah dicerna, peptide khas kolagen seperti prolin-hidroksiprolin terdeteksi di darah, dan riset laboratorium mengamati peptide ini memberi sinyal pada fibroblas, sel pembuat kolagen. Tinjauan tahun 2021 yang menggabungkan 19 studi dengan sekitar 1.100 peserta mengamati perbaikan hidrasi dan elastisitas kulit pada kelompok yang mengonsumsi kolagen terhidrolisis, umumnya selama 90 hari. Uraian bentuk terhidrolisis ada di panduan collagen peptide.
Kolagen yang dioles
Krim berkolagen terasa melembapkan karena kolagen mengikat air di permukaan kulit. Molekul kolagen utuh berukuran sangat besar, ratusan ribu dalton, sehingga ia bekerja di lapisan terluar dan tidak menggantikan kolagen di dermis. Karena itu krim kolagen paling tepat dipandang sebagai pelembap yang baik, dan hasilnya terasa pada kulit yang lebih kenyal dan halus saat disentuh.
Kolagen yang dirangsang lewat peptide
Jalur ketiga tidak menambahkan kolagen, melainkan mengajak kulit membuatnya sendiri. GHK-Cu, peptide pembawa tembaga yang pertama kali ditemukan dalam plasma darah manusia pada 1973, menjadi contoh yang paling banyak diteliti: riset laboratorium mengamati GHK-Cu mendorong fibroblas memproduksi kolagen dan merapikan jaringan kulit. Peptide perawatan kulit lain seperti palmitoyl pentapeptide-4 (Matrixyl) bekerja dengan prinsip sinyal yang mirip, sedangkan argireline punya peran berbeda, yaitu membantu merelaksasi garis ekspresi. Pembahasan lengkapnya ada di manfaat peptide untuk wajah.
Cara memadukannya dalam rutinitas
- 1
Lindungi yang sudah ada
Tabir surya setiap pagi menjaga kolagen dari penguraian akibat sinar UV.
- 2
Cukupi bahan bakunya
Protein dari ikan, telur, ayam, atau tempe ditambah buah kaya vitamin C seperti jambu biji dan jeruk. Daftarnya ada di makanan yang mengandung kolagen.
- 3
Pilih jalur tambahan
Kolagen minuman, serum peptide, atau peptide seperti GHK-Cu, sesuai kebutuhan dan kenyamanan Anda.
- 4
Beri waktu
Pergantian kolagen di kulit berlangsung dalam hitungan bulan, jadi rutinitas yang konsisten lebih berarti daripada sekali pakai.
Keterangan lengkap GHK-Cu, glutathione, dan peptide perawatan kulit lainnya ada di katalog Peptivia. Kalau ada yang ingin Anda tanyakan sebelum memesan, tim Peptivia siap membantu lewat WhatsApp resmi.
