Makanan yang mengandung kolagen dan bahan pendukung pembentukannya
Makanan yang mengandung kolagen adalah bagian ikan, ayam, dan sapi yang kaya jaringan ikat: kulit, tulang, tulang rawan, ceker, kikil, serta kaldu yang dimasak lama. Buah dan sayur tidak menyimpan kolagen, tetapi menyumbang vitamin C, seng, dan tembaga yang dipakai tubuh untuk merakit kolagennya sendiri. Pola makan yang mendukung kulit, sendi, dan tulang memadukan kedua kelompok ini.
Daftar makanan yang benar-benar berisi kolagen
Kolagen terkumpul di jaringan yang bertugas menahan tarikan, jadi kadarnya jauh lebih tinggi di bagian yang kenyal dan liat daripada di daging tanpa lemak. Banyak di antaranya sudah akrab di dapur Indonesia.
| Makanan | Bagian yang berisi kolagen | Cara menikmatinya |
|---|---|---|
| Kaldu tulang sapi atau ayam | Tulang, sendi, tulang rawan | Direbus beberapa jam dengan api kecil |
| Ceker ayam | Kulit, tendon, tulang rawan | Sop ceker, ceker rebus bumbu |
| Kikil dan buntut sapi | Kulit kaki dan jaringan ikat | Gulai kikil, sop buntut |
| Ikan dengan kulit dan tulang lunak | Kulit, sisik, tulang halus | Bandeng presto, teri, sop kepala ikan |
| Kulit ayam dan kulit ikan | Lapisan kulit | Dipanggang atau dimasak bersama dagingnya |
| Gelatin | Kolagen yang sudah dimasak dan dimurnikan | Puding, jeli, permen kenyal |
Kenapa kaldu yang dimasak lama jadi kenyal saat dingin
Kuah yang mengental seperti jeli di kulkas adalah tanda kolagen sudah larut menjadi gelatin. Pemanasan panjang dengan api kecil membuka pilinan tiga rantai kolagen, sehingga proteinnya terlepas dari tulang dan masuk ke kuah. Saat mendingin, gelatin membentuk jaring halus yang mengikat air. Menambahkan bagian bersendi seperti ceker, buntut, atau tulang lutut dan merebusnya lebih lama membuat kuah makin kaya gelatin.
Makanan pendukung pembentukan kolagen
Tubuh merakit kolagennya sendiri dari asam amino, dan proses itu memerlukan beberapa zat gizi pendamping. Tahapan perakitannya dijelaskan di kolagen adalah; tabel ini merangkum makanan yang menyediakannya.
| Zat gizi | Perannya | Contoh makanan |
|---|---|---|
| Vitamin C | Mengubah prolin menjadi hidroksiprolin agar pilinan kolagen stabil | Jambu biji, jeruk, kiwi, pepaya, paprika, brokoli |
| Tembaga | Dipakai enzim yang mengikat serat kolagen menjadi kokoh | Kacang mete, hati sapi, cokelat hitam, biji-bijian |
| Seng (zinc) | Mendukung enzim yang membangun dan memperbarui jaringan | Kerang, tiram, daging sapi, biji labu |
| Protein lengkap | Menyediakan glisin, prolin, dan lisin sebagai bahan baku rantai kolagen | Telur, ikan, ayam, tempe, tahu |
Cara praktis memadukannya: santap sop ceker atau ikan bersama sambal tomat dan lalapan, lalu tutup dengan potongan jambu biji atau jeruk. Satu piring sudah memuat bahan baku sekaligus vitamin C untuk merakitnya.
Apa yang terjadi pada kolagen makanan setelah dicerna
Kolagen dari makanan tidak berpindah utuh ke kulit. Enzim pencernaan memotongnya menjadi asam amino dan peptide pendek, yang kemudian diserap usus. Sebagian peptide khas kolagen, seperti prolin-hidroksiprolin, terdeteksi di darah setelah kolagen terhidrolisis dikonsumsi, dan riset laboratorium mengamati peptide ini memberi sinyal pada fibroblas, sel yang membuat kolagen. Penjelasan bentuk terhidrolisis ini ada di panduan collagen peptide. Asam amino lainnya masuk ke cadangan tubuh dan dipakai di mana pun dibutuhkan, termasuk untuk membangun kolagen baru.
Dari piring ke rutinitas perawatan
Makanan menyediakan bahan baku, sementara sebagian orang menambah rutinitasnya dengan peptide yang bekerja sebagai sinyal. Yang paling dekat hubungannya dengan kolagen adalah GHK-Cu, peptide pembawa tembaga yang riset kulitnya berfokus pada produksi kolagen dan perbaikan jaringan; pembahasannya ada di manfaat peptide untuk wajah. Untuk sendi dan jaringan ikat, lihat Cartalax dan Klow Blend.
Keterangan lengkap GHK-Cu, glutathione, dan peptide lain untuk kulit ada di katalog Peptivia. Kalau ada yang ingin Anda tanyakan sebelum memesan, tim Peptivia siap membantu lewat WhatsApp resmi.
