Peptide adalah: pengertian, cara kerja, dan contohnya
Peptide adalah rantai pendek asam amino yang saling terhubung lewat ikatan peptida. Dalam bahasa Indonesia sering juga ditulis peptida. Tubuh memproduksi ribuan peptide sendiri, dan banyak di antaranya bekerja sebagai pembawa pesan: memberi tahu sel kapan harus melepas hormon, memperbaiki jaringan, atau melawan kuman.
Istilah ini sekarang muncul di banyak tempat sekaligus, dari label serum wajah, bubuk kolagen, sampai pembahasan peptide injeksi. Artikel ini menjelaskan dasarnya: apa itu peptide, bedanya dengan protein, bagaimana peptide bekerja, contoh peptide yang dibuat tubuh, dan kenapa status peptide yang beredar bisa sangat berbeda satu sama lain.
Asam amino, peptide, dan protein
Asam amino adalah satuan terkecilnya. Ada 20 jenis asam amino yang umum menyusun tubuh manusia. Saat dua asam amino bergabung, gugus karboksil satu asam amino terikat dengan gugus amino asam amino berikutnya sambil melepas satu molekul air. Sambungan inilah yang disebut ikatan peptida.
Rantai pendek dari sambungan seperti itu disebut peptide. Rantai yang jauh lebih panjang dan terlipat menjadi bentuk tiga dimensi disebut protein. Batas keduanya tidak kaku, tetapi kebiasaan yang umum dipakai adalah sekitar 50 asam amino.
| Istilah | Panjang rantai | Contoh |
|---|---|---|
| Asam amino | Satu unit | Glisin, lisin, sistein |
| Dipeptida dan tripeptida | 2 dan 3 asam amino | Glutathione (3), GHK (3) |
| Peptide | Umumnya sampai sekitar 50 asam amino | Oksitosin (9), LL-37 (37) |
| Protein | Puluhan sampai ribuan asam amino, terlipat | Kolagen, hemoglobin |
Bagaimana peptide bekerja di tubuh
Kebanyakan peptide bekerja sebagai sinyal. Peptide menempel pada reseptor tertentu di permukaan sel, lalu reseptor itu memicu respons di dalam sel. Karena tiap peptide hanya cocok dengan reseptor tertentu, efeknya cenderung spesifik: oksitosin bekerja pada reseptor oksitosin, insulin pada reseptor insulin, dan seterusnya.
Peptide juga umumnya cepat diurai. Enzim di saluran cerna dan di darah memotong ikatan peptida, sehingga banyak peptide hanya bertahan sebentar di tubuh. Ini alasan sebagian peptide dibuat dalam bentuk injeksi, sebagian dipakai di kulit, dan hanya sebagian kecil yang efektif lewat mulut. Penjelasan lengkapnya ada di artikel bentuk sediaan peptide.
Contoh peptide yang dibuat tubuh
- Insulin, hormon dari pankreas yang mengatur pemakaian gula darah oleh sel.
- Oksitosin, sembilan asam amino yang berperan dalam persalinan, menyusui, dan ikatan sosial.
- Glutathione, tripeptida antioksidan yang ada di hampir semua sel. Pembahasannya ada di artikel glutathione.
- GHK, tripeptida yang ditemukan di plasma darah dan mengikat tembaga menjadi GHK-Cu.
- LL-37, peptide antimikroba yang dibuat sel kulit dan sel imun untuk melawan bakteri.
Contoh-contoh ini menunjukkan satu hal penting: kata peptide tidak menjelaskan fungsi. Insulin dan oksitosin sama-sama peptide, tetapi kerjanya tidak berhubungan sama sekali. Yang menentukan adalah urutan asam aminonya.
Peptide yang Anda temui di luar tubuh
Karena istilahnya sama, empat jenis produk yang sangat berbeda sering tercampur dalam satu percakapan.
- Obat peptide
- Peptide yang sudah melewati uji klinis lengkap dan mendapat izin edar, misalnya insulin dan oksitosin. Pemakaiannya mengikuti label resmi.
- Peptide riset
- Peptide yang dipelajari di laboratorium atau uji klinis tetapi belum ada izin edar sebagai obat, misalnya BPC-157 atau Retatrutide yang uji klinisnya masih berjalan.
- Peptide skincare
- Peptide yang dioleskan, seperti copper peptide atau argireline. Bekerja di permukaan kulit dan diatur sebagai kosmetik. Lihat panduan membaca label serum peptide.
- Collagen peptide
- Kolagen yang dipotong menjadi rantai pendek supaya mudah larut, dijual sebagai suplemen minum. Lihat panduan konsumen collagen peptide.
Membedakan keempatnya membantu Anda membaca klaim dengan jernih. Hasil uji pada obat yang sudah disetujui tidak bisa dipinjam untuk peptide riset, dan cara kerja serum di kulit tidak sama dengan peptide yang disuntikkan.
Status peptide yang beredar di Indonesia
Di Indonesia, sebuah produk baru bisa disebut obat setelah mendapat izin edar BPOM. Banyak peptide yang ramai dibicarakan, termasuk yang ada di katalog Peptivia, belum ada izin edar sebagai obat. Informasi tentangnya berasal dari riset, dan riset menjelaskan arah pembahasan, bukan anjuran pemakaian. Rinciannya ada di artikel status izin edar peptide di Indonesia.
Kalau Anda baru mulai mengenal peptide, artikel peptide untuk pemula membantu membaca katalog tanpa harus menghafal nama. Untuk melihat kelompok dan informasi tiap produk, buka katalog Peptivia. Pemesanan diselesaikan lewat WhatsApp resmi Peptivia setelah informasi produknya Anda baca dengan saksama.
